Partisipasi Masyarakat Merupakan Kunci Pemilu Berintegritas
|
Partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas karena pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara dan pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif warga negara sebagai pemilik kedaulatan.
Partisipasi masyarakat dimulai dari kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Pemilih yang memahami nilai demokrasi tidak mudah terpengaruh oleh politik uang, hoaks, atau tekanan pihak tertentu. Sikap kritis dan rasional masyarakat akan mendorong lahirnya pemilu yang jujur dan adil.
Selain sebagai pemilih, masyarakat juga berperan sebagai pengawas partisipatif. Dengan melaporkan dugaan pelanggaran, menyampaikan informasi awal, serta ikut mengawasi setiap tahapan pemilu, masyarakat membantu Bawaslu dalam mencegah dan menindak praktik-praktik yang dapat merusak integritas pemilu.
Partisipasi masyarakat juga memperkuat upaya pencegahan. Kehadiran publik yang aktif dan peduli menciptakan kontrol sosial terhadap peserta pemilu dan penyelenggara, sehingga potensi pelanggaran dapat ditekan sejak dini. Semakin banyak mata yang mengawasi, semakin kecil ruang bagi kecurangan.
Lebih jauh, keterlibatan masyarakat dalam edukasi pemilu—baik melalui komunitas, media sosial, maupun lingkungan sekitar—berkontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi. Hal ini membantu membangun budaya politik yang sehat dan beretika.
Dengan demikian, partisipasi masyarakat bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama pemilu berintegritas. Ketika masyarakat aktif, sadar, dan berani menjaga proses demokrasi, pemilu akan menghasilkan pemimpin yang legitimate serta mencerminkan kehendak rakyat yang sesungguhnya.
Penulis dan Foto: Tim Humas Bawaslu Mura
Editor: Tim Humas Bawaslu Mura